Tatoo Art Indonesia – Capilli Tupou, seniman tato dari Ten Tigers Tattoo, dikenal dengan kemampuannya menggabungkan seni tradisional Polinesia dengan desain modern. Ia tidak hanya menciptakan karya yang indah, tetapi juga penuh makna dan budaya. Karya-karyanya menjadi simbol dari warisan Polinesia yang kaya.
Menghargai Warisan Polinesia
Tupou sangat menghargai budaya Polinesia dan menggabungkannya dalam setiap desain tato. Ia sering menggunakan simbol dan pola tradisional yang memiliki makna dalam budaya tersebut. Setiap tato yang ia buat tidak hanya indah, tetapi juga memiliki cerita dan makna yang dalam, terkait dengan kekuatan alam, keluarga, dan perjalanan hidup.
Ten Tigers Tattoo: Tempat Berkembangnya Gaya Tradisional
Sebagai bagian dari Ten Tigers Tattoo, Tupou mendapat kesempatan untuk mengembangkan seni tato Polinesia. Studio ini sudah dikenal di dunia tato internasional, memberikan ruang bagi Tupou untuk menampilkan karyanya. Di sini, ia bisa berkolaborasi dengan seniman lainnya yang memiliki visi serupa dalam melestarikan seni tato tradisional.
Baca Juga : Hiroya Oku dan 417 EDIFICE Kembali Bekerja Sama untuk Koleksi Capsule ‘GANTZ’ Kedua
Tato Polinesia dengan Makna Mendalam
Tato yang dibuat oleh Tupou bukan sekadar hiasan tubuh. Setiap garis dan pola dalam desainnya mengandung filosofi yang mendalam. Misalnya, simbol-simbol tertentu mewakili kekuatan alam atau hubungan keluarga. Tupou memastikan setiap tato yang ia buat memiliki makna yang bisa dirasakan oleh pemiliknya.
Capilli Tupou dan Karyanya yang Menghormati Budaya
Capilli Tupou berhasil membawa seni tato Polinesia tradisional ke dunia modern. Dengan menggabungkan teknik lama dan baru, ia tidak hanya menciptakan karya seni yang memukau, tetapi juga melestarikan warisan budaya. Karyanya memberi lebih dari sekadar tato, tetapi juga pengalaman dan makna yang mendalam bagi setiap pemiliknya.
