Tatoo Art Indonesia – Ocean Gao, seniman tato independen yang dikenal melalui akun @baby.phag, memandang tato bukan sekadar karya visual di atas kulit. Bagi mereka, tato adalah sebuah deklarasi—pernyataan identitas yang berani sekaligus ruang penyembuhan personal.
Dalam pandangan Gao, setiap tato memiliki kekuatan untuk mendekatkan seseorang pada versi diri yang mereka bayangkan. Tato, menurutnya, juga menjadi saksi atas sejarah yang kompleks, termasuk pengalaman diaspora dan relasi kekerabatan queer yang kerap tidak terlihat dalam narasi arus utama.
“Tato adalah deklarasi,” ujar Gao. “Namun di saat yang sama, tato juga merupakan penyembuhan, perlindungan, dan pengingat.”
Menghadirkan Sejarah dan Memori Lewat Detail Visual
Karya Ocean Gao dikenal karena detailnya yang presisi. Ia memadukan line work yang halus dengan teknik shading mendalam untuk menghasilkan desain yang ultradetail dan hidup. Pendekatan ini memungkinkan setiap tato tampil nyaris seperti potongan gambar yang dipindahkan langsung ke kulit.
Beberapa desain hiperrealistis yang mereka buat merupakan rekreasi foto keluarga, potongan adegan film berpengaruh, atau terinspirasi karya fotografer Tiongkok ikonis, Ren Hang. Dengan pendekatan tersebut, Gao tidak hanya menciptakan gambar, tetapi juga mengabadikan memori dan emosi dalam bentuk permanen.
Melalui teknik visual yang kuat, tato menjadi medium naratif. Setiap garis dan bayangan mengandung cerita yang personal sekaligus politis.
Simbolisme dari Mitologi dan Kepercayaan Rakyat
Selain karya berbasis memori visual, Gao juga banyak mengeksplorasi simbol dan figur dari kepercayaan rakyat serta mitologi Asia. Di antaranya adalah komainu, singa-anjing penjaga yang melambangkan perlindungan, serta Nezha, dewa petualang yang penuh kekuatan dan kisah heroik.
Baca Juga : Tampilan Resmi Patta x Nike Air Max 1 Waves “Hyper Crimson”
Pemilihan simbol ini bukan tanpa alasan. Bagi Gao, figur-figur tersebut merepresentasikan warisan budaya sekaligus perlindungan spiritual. Dengan demikian, tato tidak hanya menjadi karya estetis, tetapi juga sarat makna simbolik.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana seni tato dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, identitas modern, dan ekspresi personal.
Pendekatan Eksklusif dan Elemen Takdir
Dalam waktu dekat, Gao berencana membuat karya flash terbaru yang hanya akan ditato pada dua tubuh berbeda. Keputusan ini menghadirkan unsur eksklusivitas sekaligus misteri.
Ada semacam elemen kismet atau takdir dalam pendekatan tersebut. Gao menyebut kemungkinan dua individu yang mengenakan desain serupa suatu hari akan saling bertemu. Ide ini memperkuat gagasan bahwa tato dapat menjadi jembatan tak terduga antarindividu.
Dengan membatasi jumlah karya, Gao seolah menegaskan bahwa setiap desain memiliki perjalanan unik, bukan sekadar produk massal.
Tato sebagai Ruang Aman dan Perlawanan Sunyi
Lebih jauh, karya Ocean Gao menunjukkan bahwa tato bisa menjadi ruang aman bagi identitas yang kerap terpinggirkan. Dalam konteks diaspora dan komunitas queer, tato berfungsi sebagai bentuk pernyataan diri yang intim sekaligus berani.
Seni tato dalam praktik Gao bukan hanya estetika tubuh, tetapi juga bentuk perlawanan sunyi terhadap norma yang membatasi. Melalui garis dan bayangan, identitas dirayakan dan sejarah personal dipeluk tanpa kompromi.
Dengan pendekatan yang puitis dan penuh makna, Ocean Gao menghadirkan tato sebagai medium yang melampaui fungsi dekoratif. Di tangan mereka, tato menjadi deklarasi hidup—tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan siapa yang kita pilih untuk menjadi.
